MOROWALI – Bukan hanya jaga keamanan. Batalyon C Pelopor SatBrimob Polda Sulteng turun langsung membangun.
Komandan Batalyon C Pelopor, Kompol Dimas Putra Kembaran, menyampaikan hal itu saat duduk bareng silaturahmi bersama puluhan wartawan Morowali, Jumat 21 Agustus 2026.
“Ini bentuk nyata kami mendukung program Presiden Prabowo. Polri hadir bukan hanya mengayomi, tapi juga membangun,” ujar Kompol Dimas.
Salah satu wujudnya adalah “Jembatan Presisi Jenderal Awaloedin Djamin” di Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah. Nama jembatan itu diambil dari Kapolri pertama yang berasal dari Brimob, Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, yang juga dikenal sebagai “Bapak Satpam Indonesia”.
Dari prasasti yang diresmikan Kapolda Sulteng Irjen Pol Nasri Suleman, S.I.K., M.H. pada 13 Agustus 2026 lalu, terlihat jembatan ini dibangun dengan semangat pengabdian.
Pengerjaannya hanya 7 hari. Swadaya. Tanpa anggaran. Dikerjakan langsung oleh “pasukan setan” Batalyon C Pelopor. Lantai jembatan 14 meter, total bentang sekitar 20 meter.
Kini jembatan itu sudah bisa dilewati warga. Anak sekolah bisa berangkat tanpa takut hanyut. Petani bisa bawa hasil kebun. Sapi dan motor pun sudah bisa melintas.
“Ini jembatan sementara. Tapi harapan kami besar. Ke depan pasti ada jembatan permanen dari anggaran negara,” lanjut Kompol Dimas dengan mata berkaca.
Bukan cuma di Bente. Total ada 3 jembatan presisi yang dibangun Batalyon C Pelopor di Morowali sebagai bentuk bakti nyata Brimob untuk rakyat.
Di tengah keterbatasan, mereka hadir. Membangun dengan keringat, bukan sekadar janji.
Karena bagi Brimob, mengabdi itu sampai ke jembatan terakhir yang dilintasi rakyat.(*)












