MOROWALI — Siapa bilang perayaan HUT RI di TK itu biasa-biasa saja? Lihat ini! Kamis pagi 13 Agustus 2026, halaman TK Negeri 5 Bungku Tengah di Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, meledak! Lautan bendera merah putih, sorak sorai, tawa anak-anak, dan semangat yang bikin merinding. Inilah potret nyata kemerdekaan. Bukan hanya diperingati, tapi dirayakan dengan hati oleh 12 guru hebat dan ratusan orang tua murid yang kompak luar biasa.
Di tengah derasnya arus digital, TK Negeri 5 Bungku Tengah justru membuktikan satu hal: kekuatan gotong royong belum mati. Dan buktinya ada di sini. Acara semeriah ini tidak akan pernah terjadi tanpa kerja kolektif.
“Kalau saya dan ini bukan kerja guru tentunya ada koordinasi ada kolaborasi dengan orang tua murid. Sehingga kegiatan ini berjalan dengan lancar, meriah. Tidak lepas dari kerja sama orang tua,” ungkap Kepala Sekolah TK Negeri 5 Bungku Tengah, Rosnah Arman, S.Pd, dengan mata berbinar, Kamis 13/8/2026.
Bagi Rosnah, orang tua bukan lagi penonton. Mereka adalah pemain utama. Tanpa keterlibatan mereka, semua rencana hanya akan jadi wacana. Sinergi inilah yang membuat peringatan HUT RI tahun ini di sekolahnya terasa beda. Lebih hidup. Lebih bernyawa.
Dan yang paling penting, di balik semua kemeriahan itu ada tujuan besar. “Yang terpenting dari kegiatan ini bukan tentang meriahnya tetapi tujuannya sebenarnya. Karena dengan kegiatan ini anak terstimulasi motoriknya, kecerdasannya juga. Dia bisa mengambil semangatnya,” tegas Rosnah.
Setiap lomba, setiap permainan, semuanya dirancang khusus. Bukan sekadar lomba balap karung. Tapi untuk melatih kelincahan, menumbuhkan keberanian, menanamkan semangat kebersamaan, dan menyuntikkan nasionalisme sejak usia dini. Ini pendidikan karakter dalam bentuk paling menyenangkan.
Tapi tunggu dulu. Ada momen paling viral di sini. Ternyata yang paling semangat teriak-teriak bukan anak-anaknya. “Semuanya orang tua malah yang lebih semangat bukan anak-anaknya yang semangat orang tuanya,” canda Rosnah. Dan seketika halaman sekolah pecah oleh tawa para guru dan wali murid. Inilah definisi “orang tua hebat”.
Untuk tahun depan, Rosnah pasang target lebih tinggi lagi. Kemeriahan harus naik level. Tapi ia tetap mengingatkan satu hal: esensi tidak boleh hilang. Pendidikan karakter dan stimulasi anak harus tetap jadi bintang utamanya.
Di akhir, Rosnah menutup dengan ucapan terima kasih paling tulus. Untuk orang tua yang sudah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran. Untuk rekan-rekan guru yang sudah bekerja tanpa mengenal lelah. “Satu tujuan kita untuk sama-sama agar TK negeri ini menjadi yang lebih baik lagi ke depannya,” pungkasnya.
Dan inilah 12 pahlawan tanpa tanda jasa di balik layar itu. Mereka adalah Rosnah Arman, S.Pd selaku Kepala Sekolah, Hariati S. NGGAI, S.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah, kemudian Masriani, S.Pd, Wirna, S.Pd, Mutia, S.Pd, Suriyani, S.Pd, Roliati, S.Pd, Aprilia Katili, S.Pd, Elmi, Indah Cahayana, S.Pd, dan Maryam M. Abd Mutalib, S.Pd, Fatmiah,S.Pd
Kebersamaan inilah yang menjadikan TK Negeri 5 Bungku Tengah, NPSN 70036700, bukan sekadar gedung dan papan nama. Ini adalah rumah kedua. Tempat kecerdasan ditempa, kreativitas ditumbuhkan, dan semangat juang anak-anak Morowali dinyalakan sejak kecil.
MERDEKA!
(Erni)












