MOROWALI – Tidak ada mobil dinas. Tidak ada konvoi. Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf memilih berjalan kaki. Menembus jalan setapak di Kepulauan Umbele, Kamis (9/7). Tujuannya satu: titik nol pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa, TMMD.
Di sampingnya, Komandan Kodim 1311/Morowali Letkol Inf. Baja Imanuel Sirait ikut melangkah. Debu, panas, dan laut jadi saksi.
Bagi Iksan, ini kunjungan pertama ke lokasi sasaran TMMD. Dulu, saat kampanye, kakinya hanya sampai halaman masjid desa. Berdiskusi dengan warga. Berjanji.
Kini janji itu mau diuji.
“Tidak Ada Anak Tiri”
Berdiri di tengah Umbele, Iksan menatap laut. Lalu bicara lantang di depan warga.
“Saya selaku kepala daerah menyatakan tidak ada bedanya antara pulau dan daratan dari segi pelayanan. Saya tidak pernah membedakan antara kepulauan dan daratan,” tegasnya.
Kalimat itu bukan basa-basi. Umbele selama ini dikenal sebagai wilayah yang paling jauh, paling sulit dijangkau, dan paling sering tertinggal dari kue pembangunan.
Tapi di era Iksan, pulau ini dipaksa masuk dalam radar. TMMD jadi buktinya.
“Setiap kali ada kesempatan, saya usahakan datang. Lihat langsung. Dengar langsung. Karena pembangunan itu tidak bisa dikerjakan dari balik meja,” katanya.
Jalan Kaki, Bukan Jalan Pintas
Keputusan berjalan kaki ke titik nol bukan tanpa alasan.
Iksan ingin merasakan apa yang dirasakan warga. Jarak. Medan. Akses.
“Saya ingat belum pernah ke sana. Dulu kampanye hanya di halaman masjid ini. Tadi saya ingin jalan kaki ke titik nol ini dan melihat langsung lokasi TMMD,” ujarnya.
Bersama Dandim 1311, ia meninjau seluruh titik. Dari calon lokasi sasaran fisik, sampai titik yang akan jadi pusat kegiatan TNI dan warga.
TMMD di Umbele bukan sekadar bangun jalan atau jembatan. Ini pesan politik: bahwa negara hadir sampai ke pulau paling ujung.
Pemerataan atau Wacana?
Komitmen Iksan jelas. Pemerataan. Tanpa sekat daratan dan kepulauan.
Tapi warga Umbele sudah terlalu sering mendengar janji. Yang mereka butuh sekarang adalah semen, bukan pidato. Aspal, bukan spanduk. Air bersih, bukan foto.
TMMD yang akan digulirkan TNI bersama Pemkab ini jadi ujian pertama. Apakah “tidak ada bedanya” itu benar-benar akan terasa di ujung dermaga, di dapur warga, di sekolah anak-anak pulau.
Iksan sudah melangkah. Sudah jalan kaki. Tinggal pembuktiannya.
Karena bagi warga kepulauan, satu-satunya ukuran keadilan adalah: apakah pembangunan benar-benar sampai ke rumah mereka.(*)












