Scroll untuk baca artikel
TNI

Jembatan Beton Desa Lanona Rampung, Jalan Ekonomi Warga Bungku Tengah Terbuka

1
×

Jembatan Beton Desa Lanona Rampung, Jalan Ekonomi Warga Bungku Tengah Terbuka

Sebarkan artikel ini

MOROWALI – Bertahun-tahun menyeberangi sungai dengan resiko, warga Desa Lanona, Bungku Tengah, akhirnya bisa menarik napas lega. Jembatan beton penghubung ke kebun sawit dan lahan pertanian mereka resmi rampung, Senin (6/7/2026).

Kini truk sawit dan motor warga tak perlu lagi bertaruh nyawa saat debit air naik. Distribusi hasil kebun yang dulu sering telat, mulai hari ini bisa jalan normal.

“Jembatan ini bukan sekadar penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi penghubung harapan masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik,” kata Komandan Kodim 1311/Morowali, Letkol Inf Baja Sirait di lokasi.

Dari Sungai ke Aspal: Ongkos dan Waktu Kepangkas

Selama ini Lanona terisolir oleh sungai. Untuk mengangkut sawit, warga harus menunggu air surut. Anak sekolah juga harus menyeberang dengan cara manual.

Dengan jembatan beton ini, roda dua dan roda empat bisa langsung melintas. Efeknya langsung ke kantong warga.

Kepala Desa Lanona, Amir A. Gumbala, menyebut infrastruktur ini memotong rantai persoalan paling dasar: akses.

“Jembatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena mempermudah akses menuju kebun dan memperlancar pengangkutan hasil perkebunan kelapa sawit, mempermudah anak sekolah saat menyeberang menuju sekolah,” ujar Amir.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang disebutnya sebagai inisiator bantuan pembangunan jembatan tersebut.

Dorong Ekonomi Desa

Bagi Kodim 1311/Morowali, jembatan ini bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang langsung menyentuh kebutuhan dasar.

“Dengan akses yang semakin mudah, kami berharap aktivitas ekonomi masyarakat semakin meningkat dan kesejahteraan warga terus berkembang,” kata Letkol Baja Sirait.

Bagi warga Lanona, jembatan ini bukan proyek. Ini jalan keluar. Jalan untuk sawit sampai ke pabrik lebih cepat. Jalan untuk anak ke sekolah lebih aman. Jalan untuk ekonomi desa yang selama ini mandek, mulai bergerak lagi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *