Penyerahan penghargaan kepada insan pers pemenang Anugerah Karya Jurnalistik IMIP 2025 di kantor IMIP.
MOROWALI — PT Industrial Morowali Indonesia kembali membuka Anugerah Karya Jurnalistik 2026. Mengusung tema “Harmoni Keberlanjutan di Kawasan Industri IMIP”, ajang ini memberi ruang bagi jurnalis untuk mengangkat narasi industri yang lebih berimbang.
Head of Media Department PT IMIP, Dedy Kurniawan, menyebut penghargaan ini bukan sekadar seremoni. IMIP ingin wartawan jadi mitra dalam meluruskan persepsi publik soal kawasan industri.
“Selama ini industri sering dilihat dari sisi konflik atau pencemaran. Padahal ada sisi lain: peluang ekonomi, inovasi, CSR, sampai penyerapan tenaga kerja,” kata Dedy di Morowali, Senin 15/6/2026.
Skeptisisme publik terhadap pabrik, menurutnya, muncul karena pemberitaan yang timpang. Lewat AKJ 2026, IMIP mendorong liputan yang menyorot manfaat investasi: lahirnya UMKM baru, penyerapan tenaga kerja lokal, hingga pembangunan infrastruktur di Bahodopi.
Tahun ini juri akan menilai tiga topik utama: perkembangan UMKM dan tenaga kerja di sekitar kawasan, dampak kehadiran IMIP terhadap ekonomi masyarakat Bahodopi-Morowali, serta perputaran uang di Bahodopi yang didorong konsumsi karyawan.
Karya dibagi lima kategori: media cetak nasional, media cetak lokal, media online nasional, media online lokal, dan foto jurnalistik cetak/online.
Pendaftaran dibuka 15 Juni – 31 Agustus 2026 via https://bit.ly/PendaftaranAnugerahJurnalistikIMIP2026. Pemenang akan diumumkan pada malam puncak 3 Oktober 2026 di Morowali.
AKJ 2026 akan dinilai tiga juri: Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi Dewan Pers Maha Eka Swasta, Dewan Pertimbangan PWI Sulteng Tasman Banto, dan Direktur Komunikasi PT IMIP Emilia Bassar.
IMIP berharap, dari ajang ini reputasi kawasan industri terjaga dan kemitraan dengan media makin kuat.
(Yohanes)












