Keterangan foto: Warga antre membawa tabung kosong saat mengikuti operasi pasar LPG 3 Kg di Kantor Camat Bungku Barat, Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu 13/6/2026.
MOROWALI — Pemerintah Kabupaten Morowali kembali menggelar operasi pasar LPG 3 kilogram di Kecamatan Bungku Barat, Sabtu 13/6/2026. Sebanyak 560 tabung gas subsidi disiapkan untuk warga ber-KTP Morowali sesuai lokasi.
Kelangkaan LPG 3 kg atau “gas melon” masih terjadi di Morowali. Staf Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Morowali, Hendra, menyebut kuota dari pusat belum sebanding dengan kebutuhan. Ditambah Morowali menjadi daerah tujuan kerja sehingga jumlah penduduk melonjak.
“Kenapa gas sekarang langka dan mahal adalah karena kuota di Morowali memang kurang. Kedua, Morowali menjadi sasaran kerja sehingga terjadi ledakan penduduk yang membuat kebutuhan gas semakin meningkat,” ujar Hendra di Kantor Camat Bungku Barat.
Syarat beli dan sebaran operasi pasar
Warga yang ingin membeli wajib menunjukkan KTP Morowali sesuai lokasi, membawa tabung kosong untuk ditukar, dan membayar sesuai Harga Eceran Tertinggi.
Sebelum di Bungku Barat, operasi pasar serupa sudah digelar di Bungku Tengah 150 tabung, Bahodopi 770 tabung, dan Bungku Pesisir 200 tabung. Jadwal operasi pasar berikutnya masih dikoordinasikan dengan Pertamina.
Alihkan pengguna mampu ke LPG 5,5 kg
Pemkab juga mendorong masyarakat yang tidak berhak subsidi beralih ke LPG non-subsidi 5,5 kg dan 12 kg lewat pasar murah. Harganya lebih rendah dari pengecer.
“Di pasar murah itu gas 5,5 kilogram kami jual Rp145 ribu, sementara di pengecer bisa mencapai Rp170 ribu. Untuk isi ulang 12 kilogram dijual Rp260 ribu, sedangkan di pengecer sekitar Rp300 ribu,” kata Hendra.
Ia menambahkan, banyak warga mampu yang masih memakai gas melon. Pengalihan ke LPG 5,5 kg dilakukan agar subsidi tepat sasaran.
Basis data penerima subsidi berbasis DTSEN
Untuk jangka panjang, Pemkab Morowali menyusun data penerima subsidi berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Data itu akan diajukan ke Pertamina sebagai acuan penyaluran LPG 3 kg.
Hendra menegaskan, warga non-KTP Morowali hanya bisa teratasi jika ada penambahan kuota dari pemerintah pusat. Selama kuota belum naik, warga mampu diminta beralih ke LPG 5,5 kg agar gas melon diprioritaskan untuk yang berhak.
“Kalau kuotanya belum ditambah, ada baiknya masyarakat yang mampu menggunakan gas 5,5 kilogram. Sebab untuk warga ber-KTP Morowali saja, kuota gas melon yang ada saat ini masih belum mencukupi,” pungkasnya.
(Yohanes)












