Palu, Sulawesi Tengah — Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Morowali sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) serentak se-Sulawesi Tengah di Aston Hotel Palu pada 18 April 2026, yang diikuti seluruh jajaran DPAC se-Kabupaten Morowali.
Muscab sebagai forum tertinggi lima tahunan tidak hanya menjadi ruang evaluasi dan konsolidasi, tetapi juga momentum strategis dalam menentukan arah kepemimpinan PKB ke depan. Dalam mekanisme Muscab kali ini, proses difokuskan pada sidang-sidang strategis, di antaranya Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dan pencapaian kinerja politik PKB Masa Bakti 2021-2026, menyusun Program Kerja lima tahun ke depan, serta merumuskan Struktur kepengurusan masa bakti 2026-2031 oleh kader kader yang siap bekerja dengan totalitas,
Muscab kali ini tanpa voting langsung, penjaringan bakal calon Ketua DPC oleh Tim 5 DPW PKB Sulawesi Tengah
Dari hasil penjaringan, mengemuka tiga nama kader terbaik. Namun, dinamika dan perhatian publik secara luas mengarah pada sosok petahana, Nursabah, yang dinilai telah berhasil membuktikan kapasitas kepemimpinan yang matang, stabil, dan berorientasi pada hasil.
Sebagai satu-satunya perempuan di Sulawesi Tengah yang dipercaya memimpin partai besar di tingkat kabupaten, Nursabah tidak hanya hadir sebagai representasi, tetapi sebagai figur pemimpin yang teruji dalam tekanan, mampu menjaga soliditas partai, serta memastikan PKB tetap eksis dan kompetitif di tengah perubahan politik Morowali yang sangat dinamis.
Kepemimpinan Nursabah selama periode 2021–2026 dinilai berhasil mengonsolidasikan kekuatan partai hingga ke akar rumput, menjaga ritme perjuangan politik, serta mempertahankan posisi strategis PKB di legislatif. Hal ini menjadikannya sebagai figur yang memiliki kesinambungan visi dan pengalaman dalam membawa PKB Morowali melangkah lebih progresif ke depan.
Di sisi lain, nama Lukman Hanapi dan Dafrin juga turut mengisi bursa calon Ketua DPC sebagai bagian dari kader-kader potensial yang dimiliki PKB. Kehadiran ketiganya mencerminkan proses kaderisasi yang berjalan dan kekuatan internal partai yang tetap solid.
Penentuan Ketua DPC PKB Morowali selanjutnya akan ditetapkan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatutan (UKK) yang dilaksanakan dalam dua tahap, yakni di tingkat DPW Sulawesi Tengah dan DPP PKB di Jakarta.
DPC PKB Morowali menegaskan bahwa seluruh proses berjalan dalam semangat kebersamaan dan kedewasaan politik. Tidak ada ruang bagi rivalitas yang memecah, karena seluruh kader memahami bahwa kepemimpinan di PKB adalah amanah, bukan sekadar posisi.
Ke depan, Nursabah menegaskan arah kepemimpinannya yang lebih tajam dan berorientasi pada kemenangan besar. Ia menargetkan Morowali menjadi lumbung suara utama PKB di Sulawesi Tengah sebagai basis kekuatan untuk memecah kebuntuan sejarah—mengantarkan PKB meraih kursi DPR RI dari Sulteng. Dengan semangat solidaritas dan konsolidasi total, Nursabah optimistis mampu mengantarkan Ketua DPW PKB Sulawesi Tengah, Bapak H. Risharyudi Tri Wibowo,M.M , menuju kursi DPR RI.
Tidak hanya itu, agenda besar lainnya adalah membangun dan mengakarkan kader militan hingga ke tingkat paling bawah, menjadikan PKB hadir dalam kesadaran kolektif masyarakat. Gerakan ini diarahkan untuk memperkuat mesin politik partai dalam mengantarkan Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, menuju RI 1.
Dengan prinsip sami’na wa atho’na, seluruh kader PKB Morowali siap menerima keputusan DPP dan tetap bersatu dalam satu barisan perjuangan.
Momentum Muscab ini sekaligus menegaskan bahwa PKB Morowali tidak hanya bicara tentang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga tentang keberlanjutan kepemimpinan yang telah teruji—yang mampu menjaga stabilitas, merawat kepercayaan, dan kini melangkah lebih jauh. menghadirkan kemenangan politik yang nyata bagi partai dan rakyat.(*)















