Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Pemerintahan

Tolak Honorer Dirumahkan, Sikap Tegas Bupati Morowali Iksan Tuai Pujian Netizen

87
×

Tolak Honorer Dirumahkan, Sikap Tegas Bupati Morowali Iksan Tuai Pujian Netizen

Sebarkan artikel ini

Iksan Baharudin Abdul Rauf

Morowali, Sulawesi Tengah— Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menjadi sorotan publik nasional usai menyampaikan pernyataan tegas membela tenaga honorer di Kabupaten Morowali. Sikapnya tersebut viral di media sosial dan menuai banjir pujian dari warganet berbagai daerah.

Melalui unggahan di akun TikTok resminya, @iksanbaharudin_, Iksan secara terbuka menolak kebijakan merumahkan tenaga honorer. Bahkan, ia meminta agar honorer yang telah dirumahkan segera dipanggil kembali.
“Saya tidak ingin merumahkan yang namanya honorer. Yang sudah dirumahkan, panggil lagi,” tegas Iksan dalam sebuah apel, sebagaimana terekam dalam video yang diunggah Rabu (21/1/2026).

Video berdurasi 1 menit 15 detik tersebut telah ditonton lebih dari 175 ribu kali dan terus menyebar luas di berbagai platform media sosial. Pernyataan itu dinilai mencerminkan keberpihakan nyata kepala daerah terhadap nasib tenaga honorer yang selama ini menjadi isu sensitif di banyak wilayah.
Respons positif pun mengalir deras dari warganet. Banyak yang memuji Iksan sebagai pemimpin yang humanis, berani, dan transparan.

“Mantap bapak, sehat selalu ya pak. Jarang-jarang ada bupati atau wali kota yang mau buka-bukaan soal masalah honorer,” tulis akun @husinhasibuan0.

Komentar serupa disampaikan akun @aminalby_8717, “Mantap bapak. Keren, memanusiakan manusia.”
Tak sedikit pula netizen yang mengaku kagum hingga menyatakan keinginan untuk pindah domisili ke Morowali karena terkesan dengan kepemimpinan Iksan.

“Pak, bolehkah saya pindah ke kabupaten bapak,” tulis akun @anotherdun.
“Bolehkah saya pindah ke sana bapak, kami di sini dirumahkan semua,” komentar @iam_endahps.

“Bupati mana ini? Serasa mau pindah domisili saja kalau begini,” tulis @andiiiuunn.
Viralnya pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah aturan dan regulasi, aspek kemanusiaan tetap harus menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan kebijakan publik.
Sikap Iksan dinilai mencerminkan kepemimpinan yang tidak semata berorientasi pada administrasi, tetapi juga berpihak pada kesejahteraan dan martabat tenaga honorer sebagai tulang punggung pelayanan publik.

 

(Yohanes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250