Morowali, Sulawesi Tengah — PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) memaparkan secara terbuka rencana dan kajian teknis terkait penggunaan aliran air Bendung Karaupa di Kecamatan Bumi Raya dan Witaponda. Penyampaian ini dilakukan dalam Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) di Desa Limbo Makmur sebagai bentuk komitmen perusahaan menjaga transparansi dan mengedepankan dialog.
Kajian Teknis: Debit Sungai Dianggap Masih Surplus
IHIP menjelaskan bahwa rencana pengambilan air telah melalui perhitungan neraca air dan analisis data historis debit Sungai Karaupa. Perusahaan memaparkan bahwa kebutuhan industri sebesar 2 m³/detik masih berada dalam kondisi aman.
Rangkuman kajian debit air:
Tahun Basah (2020)
Debit tersedia: (data 0 → menyesuaikan input teknis)
Kebutuhan industri: 2 m³/detik
Debit ekologis (10%): 0 m³/detik
(Indikasi tetap surplus)
Tahun Normal (2020–2023 data historis)
Debit tersedia: 14,73 m³/detik
Kebutuhan industri: 2 m³/detik
Debit ekologis: 0,718 m³/detik
Catatan penting perusahaan:
Total kebutuhan + debit ekologis = 2,718 m³/detik
Debit terendah historis Sungai Karaupa (tahun 2010): 3,59 m³/detik, artinya masih berada pada tahap surplus.
Kondisi defisit belum pernah terjadi berdasarkan data historis.
Perusahaan menegaskan bahwa pengambilan air tidak akan dilakukan apabila berada di bawah batas aman yang telah ditetapkan dalam kajian teknis.
Komitmen IHIP: Manfaat Sosial, Ekonomi, dan Pemberdayaan
IHIP memaparkan sejumlah komitmen untuk mendukung masyarakat sekitar apabila rencana penggunaan air tersebut disetujui.
1. Akses Jalan untuk Warga
Perusahaan berkomitmen membuka akses jalan konstruksi yang akan dibangun sehingga dapat dimanfaatkan warga setempat.
2. Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
IHIP menyampaikan bahwa jaminan pasokan air akan membuat operasional kawasan lebih stabil, sehingga berpotensi mendatangkan lebih banyak investor dan perusahaan baru.
Dampaknya, peluang kerja bagi masyarakat lokal akan meningkat secara signifikan.
3. Kerja Sama Pemberdayaan Melalui BUMDes
Perusahaan juga membuka peluang kerja sama pasokan bahan pangan (beras, sayur, dan komoditas lokal lain) melalui BUMDes, sehingga ekonomi desa ikut bergerak.
Perusahaan Ajak Dialog dan Klarifikasi Isu
Meskipun terdapat penolakan dari sejumlah kelompok masyarakat, manajemen IHIP menegaskan bahwa perusahaan tetap mengedepankan prosedur dan menghormati seluruh proses perizinan.
Manager Eksternal IHIP, Hendra Alim, menegaskan bahwa tujuan PKM adalah agar masyarakat memperoleh informasi secara lengkap dan terbuka.
“Lewat pertemuan itu kami berharap hubungan baik ini dapat terus terjalin, terlebih di masa sulit yang sedang kita hadapi,” ujar Hendra, Kamis (27/11/2025).
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama bersama pihak desa, GAPIT, dan pemerintah.
“Kami berkomitmen mempercepat rekrutmen tenaga kerja lokal sesuai usulan GAPIT, serta membuka peluang kerja sama BUMDes. Perusahaan akan tetap memperhatikan bentuk kolaborasi terutama di Kecamatan Bumi Raya dan Witaponda,” tutup Hendra.
(Yohanes)















