Morowali, Sulawesi Tengah— Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menegaskan pentingnya transparansi dan perencanaan program berbasis data dalam kegiatan entry meeting pemeriksaan terperinci bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Dalam sambutannya, Iksan memberikan arahan tegas kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar lebih serius dalam memahami setiap program yang dirancang. Ia mengingatkan agar penyusunan program tidak semata-mata didasarkan pada ketersediaan anggaran, melainkan harus diawali dengan analisa yang matang.
“Jangan membuat program hanya melihat uangnya. Analisa dulu, matangkan perencanaannya, baru kemudian mengajukan anggaran. Karena saya pasti akan bertanya, uang itu digunakan untuk program apa, dan itu harus berbasis data,” tegas Iksan di Kantor Bupati Morowali Kompleks Perkantoran Fonuasingko, Desa Bente, Bungku Tengah, Selasa (7/4).
Lebih lanjut, Iksan juga menekankan pentingnya sikap kooperatif dari seluruh OPD selama proses pemeriksaan berlangsung. Ia meminta agar setiap perangkat daerah terbuka dan responsif dalam memberikan data yang dibutuhkan oleh BPK.
“Saya minta seluruh OPD kooperatif dalam memberikan data. Ini penting agar proses pemeriksaan berjalan dengan baik dan hasilnya benar-benar mencerminkan kondisi yang transparan,” ujarnya.
Menurutnya, keterbukaan data menjadi kunci utama dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta BPK untuk melakukan pemeriksaan secara mendalam dan tajam.
Dengan demikian, Iksan berharap seluruh program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah ke depan benar-benar memiliki landasan data yang kuat, sehingga tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga mampu dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun kepada masyarakat.(*)















